cinta tidak bisa ku kubur dalam-dalam. ia tumbuh dalam hati, maka jika akan ku kubur maka juga dalam hati. semakin dalam ku kubur semakin besar lubangnya membekas. lalu akan ku apakan? mengekspresikannya pun aku tak mampu karena terhalang rasa malu. kata orang “nyatakan saja, sekarang kan sudah jamannya emansipasi!” persetan dengan emansipasi. wanita agresif dan emansipasi itu bukan satu kesatuan. itu hanya tameng pembenaran. lalu harus ku apakan? tak ada satupun pembenaran dari semua tindakan yang ku rencanakan. apa harus ku matikan saja rasa cinta ini agar ia tak lagi tumbuh dan minta disirami? entahlah!